Apa yang kita dapatkan setelah Alat ukur yang berupa timbangan dilakukan kalibrasi? Ya betul sekali, Perusahaan akan mendapatkan sertifikat kalibrasi yang jumlahnya sekitar 2 atau 3 lembar. Seperti contoh berikut ini :

Lembar 1 doc. Sertifikat kalibrasi laboratorium sentral sistem, Accredited, Komite Akreditasi Nasional no LK-207-IDN

Lembar 2 doc. Hasil Kalibrasi laboratorium sentral sistem, Accredited, Komite Akreditasi Nasional no LK-207-IDN

Lembar 3 doc. Hasil Pemeriksaan & Tips kalibrasi laboratorium sentral sistem, Accredited, Komite Akreditasi Nasional no LK-207-IDN
LALU, POIN APA YANG PENTING ?
Pada kalibrasi timbangan, kita akan menemukan 3 buah huruf yang sangat penting yang ada pada sertifikat kalibrasi,
Biasanya ada dihalaman kedua dengan tanda mencolok menggunakan huruf capital cukup besar. Yaitu “LOP”
Masih banyak operator kalibrasi yang belum memahami definisi dan makna dari LOP. Bahkan masih banyak pula yang belum mengetahui hal penting yang seharusnya bias menjadi tolak ukur keberterimaaan alat timbangan yang perusahaan miliki. Definisi dari LOP adalah Limit of Performance atau Batas unjuk kerja pada timbangan. Nilai Lob tersebut dapat memberikan informasi kepada kita tentang batas unjuk kerja. Dimana kondisi unjuk kerja timbangan dapat diketahui setelah alat ukur dilakukan kalibrasi.
Menurut AS TG2 yang diterbitkan oleh IANZ (International Accreditation New Zealand), kinerja timbangan dapat digolongkan sebagai berikut:

Apa yang mempengaruhi perhitungan nilai LOP pada sertifikat timbangan ?
- Perhatikan kestabilan timbangan,
Jika timbangan sudah tidak stabil, dipastikan hasil pengukuran pengulangan menjadi tidak baik. Maka perlu dilakukan perawatan secara rutin, dengan cara melakukan CALIBRATION INTERNAL pada timbangan.
- Penyimpangan atau koreksi,
Jika timbangan telah memiliki koreksi yang cukup besar, tentunya akan berakibat nilai LOP akan besar pula.
Lakukanlah adjust pada timbangan. Tentunya ini tergantung pada jenis timbangannya, apakah memiliki fungsi adjust atau tidak?
- Terjadinya degradasi akurasi,
Penurunan kinerja pada timbangan akan mengakibatkan nilai akurasi timbangan menjadi berubah. Sehingga pastikan pemakaian timbangan sesuai dengan spesifikasi timbangan. Jangan sampai overload dan memindahkan timbangan tanpa handling yang benar. Untuk mengetahui caranya lebih lanjut, Silahkan berkonsultasi dengan Laboratorium Sentral Sistem Consulting untuk proses pemindahan dan hal teknis lainnya.
Demikian artikel mengenai LOP semoga dapat menjadikan kita lebih peduli dan memperhatikan kondisi alat dan menjaga alat agar bisa terus tetap terjaga. Selamat mencoba.
by:
Rudi Eko Suryono

Add your comment